Waspadai! Ini 3 Bahaya Sunscreen yang Harus Kamu Ketahui

Waspadai! Ini 3 Bahaya Sunscreen yang Harus Kamu Ketahui

Sunscreen adalah skincare wajib yang berperan besar dalam melindungi kulit dari sinar UV. Selain mencegah penuaan dini, sunscreen juga bisa mengurangi risiko kanker kulit dan memperkuat skin barrier. Tapi tahukah kamu, di balik manfaatnya, ada beberapa efek samping sunscreen yang patut diwaspadai?

Yap, penggunaan sunscreen yang tidak tepat atau kandungan yang kurang cocok bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan kulit—dan bahkan tubuh. Yuk, cari tahu lebih dalam agar kamu bisa tetap terlindungi tanpa efek negatif!

1. Iritasi Kulit dan Alergi karena Kandungan Kimia Sunscreen

Bahaya sunscreen yang pertama adalah risiko iritasi dan alergi kulit. Ini bisa terjadi terutama jika kamu memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap kandungan tertentu dalam sunscreen.

Baca juga:  Rahasia Cantik Tanpa Limbah: Skincare & Makeup Zero Waste yang Ramah Lingkungan

Beberapa bahan aktif dalam chemical sunscreen seperti oxybenzone, avobenzone, dan fragrance (pewangi) berpotensi memicu iritasi.

  • Oxybenzone adalah filter UV yang efektif, tetapi menurut studi FDA (2020), senyawa ini bisa terserap ke dalam darah dalam kadar tinggi bahkan setelah satu kali penggunaan.

  • Avobenzone juga digunakan untuk menyerap sinar UVA, namun mudah terurai di bawah sinar matahari dan dapat membentuk radikal bebas yang merusak sel kulit jika tidak distabilkan.

  • Fragrance sering menjadi penyebab iritasi karena tidak transparan soal kandungan kimia di dalamnya.

Tips: Jika kamu punya kulit sensitif, pilihlah mineral sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide, yang lebih aman bagi kulit dan hormon.

Baca juga:  Jangan Skip! 6 Alasan Skin Prep Sebelum Makeup itu Penting

2. Risiko Gangguan Hormon dari Kandungan Sunscreen

Salah satu efek samping sunscreen yang jarang dibahas adalah potensi gangguan hormon, khususnya dari bahan seperti oxybenzone.

Menurut studi FDA pada tahun 2020, oxybenzone dapat ditemukan dalam darah, urin, bahkan ASI, yang berarti zat ini benar-benar terserap ke dalam tubuh. Efek yang mungkin terjadi antara lain:

  • Siklus menstruasi tidak teratur

  • Nyeri haid berlebihan

  • Kista ovarium

  • Gangguan kesuburan

Namun, perlu dicatat bahwa dampak ini bergantung pada frekuensi penggunaan dan durasi paparan sinar matahari.

3. Tidak Reapply = Perlindungan Sunscreen Tidak Efektif

Kesalahan umum pengguna sunscreen adalah hanya memakainya sekali sehari. Padahal, perlindungan sunscreen akan berkurang setelah 2-3 jam, apalagi jika kamu berkeringat atau terkena air.

Baca juga:  Countdown Persiapan Kulit: Timeline Skincare 3-6 Bulan Menuju Hari Pernikahan

Menurut Dr. Shari Marchbein, dermatologis asal New York,

“Sunscreen bukan pelindung satu kali pakai. Kamu perlu mengaplikasikannya ulang setiap dua jam untuk perlindungan maksimal.”

Jadi, pastikan kamu reapply sunscreen setiap 2-3 jam, bahkan saat cuaca mendung. Ini penting untuk menjaga kulit tetap terlindungi sepanjang hari.

Meski punya banyak manfaat, penting bagi kita untuk memahami bahaya sunscreen jika digunakan secara tidak tepat. Kenali kandungan dalam produkmu, pilih yang cocok dengan jenis kulitmu, dan jangan lupa reapply secara rutin.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan manfaat sunscreen tanpa efek samping yang merugikan. Stay safe, Beauties! 💖

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top