Mengenal Tren Slow Fashion: Tetap Stylish Tanpa Merusak Lingkungan

Pernahkah Beauties kebingungan saat memilih outfit padahal isi lemari penuh dengan pakaian? Alih-alih memiliki banyak pilihan, pakaian Beauties yang menumpuk di lemari justru mencerminkan kebiasaan konsumsi impulsif yang dipicu tren fast fashion. Di tengah maraknya tren ini, slow fashion menjadi alternatif yang tepat untuk mengantisipasi dampak negatif fast fashion

Memangnya, Apa Dampak Negatif dari Tren Fast Fashion?

Faktanya, tren fast fashion dalam industri mode telah menyumbang jutaan ton limbah tekstil setiap tahunnya sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan dan memperparah krisis iklim. Lebih parah lagi, produk fast fashion yang kita beli dengan harga miring merupakan hasil eksploitasi buruh pabrik tekstil yang bekerja dalam kondisi berbahaya namun, upah yang diperoleh sangat rendah. Oleh karena itu, munculah tren slow fashion sebagai gerakan perlawanan terhadap industri mode yang rakus dan merusak.

Apa itu Slow Fashion?

Dilansir melalui situs earth.org, slow fashion adalah gerakan yang memperjuangkan keadilan lingkungan dan sosial dalam industri fashion. Inti dari gerakan ini berfokus pada masalah produksi dan konsumsi berlebihan.

Seorang pelopor mode dan berkelanjutan, Kate Fletcher, menggambarkan fast fashion sebagai tren yang tidak terlalu mementingkan kecepatan, tetapi lebih kepada keserakahan. Artinya, fast fashion lebih berfokus pada “menjual lebih banyak” dan “menghasilkan lebih banyak uang.” 

Sebaliknya, slow fashion berfokus pada desain, produksi, konsumsi, dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Menurut Fletcher, “lambat” berarti bahwa desainer, pembeli, pengecer, dan konsumen lebih peduli dengan dampak produk bagi pekerja, komunitas, dan lingkungan.

Baca juga:  Over Konsumsi! Nggak butuh, tapi Tetap Dibeli

Mengapa Slow Fashion Penting bagi Keberlangsungan Lingkungan?

Seperti diketahui, fast fashion mengutamakan produksi pakaian massal yang cepat dengan harga yang rendah. Barang-barang yang diproduksi biasanya berkualitas rendah sehingga lebih mudah rusak. Bahan-bahan yang digunakan juga sebagian besar mengandung bahan kimia yang murah dan berbahaya.

Selain itu, buruh pabrik tekstil cenderung menerima upah rendah dan bekerja di lingkungan yang tidak aman. Bahkan, banyak di antaranya adalah pekerja anak.

Melansir situs Goshopia, industri mode yang mengadopsi slow fashion mengutamakan proses mendesain dan memproduksi dalam jumlah kecil, lalu mengevaluasi respons pasar. Jika produk laku, mereka akan membuat produk lebih banyak. Jika tidak, mereka dapat mengurangi produksi untuk menghindari pemborosan.

Dengan begitu, industri mode benar-benar memahami keinginan konsumen, seperti desain, kecocokan, dan bahan yang digunakan, karena produksi yang lebih sedikit dan perubahan yang tidak mahal. 

Cara Tetap Stylish Tanpa Merusak Lingkungan dengan Slow Fashion

Memilih untuk tetap stylish tanpa merusak lingkungan adalah langkah cerdas yang bisa Beauties lakukan untuk mendukung keberlanjutan bumi. Namun, bagaimana cara memulainya? Simak penjelasan berikut ini!

1. Perbaiki dan rawat pakaian

Alih-alih membeli pakaian baru, Beauties bisa memperpanjang umur pakaian dengan melakukan perawatan sederhana seperti mencuci dengan cara yang tepat, hindari penggunaan pemutih dan menyetrika sesuai dengan suhu yang dianjurkan. 

Selain itu, Beauties juga dapat mempelajari teknik dasar menjahit jika sewaktu-waktu pakaianmu sobek. Kalau tidak sempat, bawa saja ke tukang jahit profesional.

Baca juga:  Aqeela Calista dalam Balutan Karya House of Dimas Singgih

2. Kenakan pakaian bekas

Dengan mengenakan pakaian bekas, Beauties turut berkontribusi mengurangi permintaan terhadap produksi pakaian baru yang berpotensi merusak lingkungan. Beauties bisa membeli pakaian bekas di thrift store yang sering kali menawarkan koleksi pakaian unik dan harga terjangkau.

Selain itu, meminjam pakaian dari keluarga atau teman untuk acara tertentu juga menghemat uang dan mengurangi konsumsi barang baru yang berdampak buruk pada lingkungan.

3. Terapkan prinsip consume mindful 

Kalau Beauties merasa ingin berbelanja, coba periksa lemarimu terlebih dahulu. Apakah Beauties benar-benar membutuhkan pakaian itu? Alih-alih mengikuti tren sesaat, Beauties bisa fokus pada pakaian yang versatile dan mudah dipadu-padankan. Serta memilih merek yang berkomitmen pada sustainability. Dengan konsumsi yang mindful, Beauties tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mendukung industri fashion yang lebih bertanggung jawab.

Tren slow fashion bukan hanya soal memilih pakaian dengan cermat, namun juga menjalani lifestyle dengan lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Slow fashion mengajarkan bahwa untuk menjadi stylish Beauties tidak harus mengorbankan keberlanjutan. Yuk, dukung gerakan slow fashion untuk mewujudkan dunia yang lebih baik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top