Sosok Lucy Guo, Miliarder Perempuan Termuda di Dunia yang Kalahkan Taylor Swift

Lucy Guo menjadi miliarder perempuan termuda di dunia yang merintis usahanya sendiri. Dia bahkan menggeser posisi Taylor Swift yang telah menyandang gelar tersebut sejak tahun 2023 oleh Forbes.

Kekayaan Lucy Guo mencapai sekitar US$1,25 miliar di usianya yang kini menginjak 30 tahun. 

Sementara Taylor Swift memiliki kekayaan sebesar US$1,6 miliar pada tahun 2023. Saat itu, penyanyi top dunia ini berusia 34 tahun.

Lalu siapa Lucy Guo dan bagaimana dia meraih kekayaannya menjadi miliarder perempuan termuda di dunia?

Sumber Kekayaan Lucy Guo

Lucy Guo mampu mengumpulkan kekakayaan berkat keberhasilannya di dunia teknologi. Perempuan kelahiran 14 Oktober 1994 ini merupakan pendiri perusahaan Scale AI.

Scale AI menjadi pintu gerbang Lucy Guo menjadi miliarder perempuan termuda di dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2016 oleh Lucy Guo bersama Alexandr Wang yang menjadi CEO. Sementara Lucy Guo menjalankan tim operasi dan desain produk. 

Baca juga:  7 Rekomendasi Parfum Wangi Bunga Segar, Dijamin Semerbak! 

Bukan kaleng-kaleng, dua tahun setelah pendirian perusahaan rintisan itu, Guo dan Wang masuk dalam daftar 30 Under 30 Forbes pada tahun 2018.

Namun masih di tahun yang sama, Wang dikabarkan memecat Guo karena perbedaan pendapat. 

Investasi Saham

Miliarder Perempuan Lucy Gou/Instagram @guoforit

Meskipun sudah beberapa tahun keluar dari Scale AI, hingga kini Lucy Guo tetap mempertahankan sahamnya di perusahaan berusia 9 tahun tersebut.

Business Insider melaporkan, Scale AI sedang menyelesaikan penawaran tender yang memungkinkan para karyawan dan investor untuk menjual sahamnya kepada para investor baru maupun lama. 

Penawaran tersebut akan selesai pada 1 Juni, yang diperkirakan bernilai sebesar US$25 miliar menurut beberapa orang yang mengetahui penawaran tersebut.

Nilai tersebut disebut melonjak 80% sejak Mei tahun lalu, ketika perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1 miliar dengan valuasi US$13,8 miliar. 

Baca juga:  Taylor Swift Rilis Vinyl Edisi Spesial Jelang Peluncuran Showgirl

Valuasi dari Scale AI berpengaruh kepada Lucy Guo yang menanamkan sahamnya dan semakin menambah pundi-pundinya menjadi miliarder perempuan termuda di dunia.

Mendirikan Perusahaan Sendiri

Melansir Forbes, setelah Lucy Guo meninggalkan Scale AI, dia tetap melanjutkan kariernya sebagai pebisnis. Dia mendirikan perusahaan modal ventura bernama Backend Capital untuk berinvestasi ke berbagai perusahaan.

Kemudian pada tahun 2022, ia memulai bisnisnya sendiri yang dinamai Passes, sebuah platform bagi para kreator dan selebritas untuk terhubung dengan para penggemarnya. 

Titel untuk dirinya sebagai miliarder perempuan tak lepas dari keseriusannya dalam menggeluti bidang teknologi.

Kecintaan Lucy Guo pada Dunia Teknologi

Lucy Gou/Instagram @guoforit

Ternyata Lucy Guo mulai belajar coding sejak duduk di bangku SMP, loh. Dia merupakan putri dari orang tua imigran Tiongkok, yang dibesarkan di San Francisco Bay Area.

Baca juga:  7 Alasan Mengapa Literasi Keuangan Perempuan Sangat Penting

Kecintannya pada dunia teknologi terus berlanjut, Lucy Guo menempuh ilmu komputer dan interaksi manusia-komputer di Carnegie Mellon University.

Namun Lucy berhenti kuliah alias drop out sebelum lulus. Keputusannya dilakukan demi mengikuti Thiel Fellow, sebuah program yang disponsori oleh miliarder investor Peter Thiel untuk membiayai para mahasiswa yang berjiwa wirausaha untuk membuat perusahaan. 

Pada tahun 2015, Guo mendapatkan pekerjaan sebagai perancang produk di perusahaan Quora, di mana ia bertemu dengan Wang. Setelah keluar dari Quora, Lucy Guo bekerja sebentar di Snapchat untuk mendesain produk sebelum ia dan Wang memutuskan untuk mendirikan Scale AI pada tahun 2016.

Begitulah cerita singkat dari seorang Lucy Guo yang bahkan di usianya yang baru 30 tahun, dia sudah menjadi salah satu miliarder perempuan termuda di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top