Dari cardigan hingga denim, jersey hingga tas birkin, isi lemari pakaian mu mungkin punya sejarah yang belum kamu tahu. Beberapa item fashion tidak hanya melengkapi gaya berbusana melainkan memiliki sejarah di baliknya. Ia bisa menjadi simbol status sosial, warisan budaya, dan bahkan saksi sebuah peristiwa. Satu diantaranya yaitu tas Birkin, item fashion yang sedang hangat diperbincangkan ini tak hanya mewah tapi juga punya sejarah. Selain tas Birkin, berikut beberapa item fashion bersejarah lainnya.
1. Tas Birkin
Tas mewah keluaran Hermès ini tengah menjadi buah bibir. Akibat dari memanasnya persaingan ekonomi yang terjadi saat ini, muncul dugaan bahwa ternyata tas yang harganya bisa mencapai miliaran tersebut tidak se-eksklusif itu. Namun, di balik huru-hari tas high-end ini, Beauties tahu gak sih kalau nama item fashion ini punya sejarah di baliknya.
Tas Hermès Birkin diambil dari nama seorang aktris Inggris, Jane Birkin. Perempuan yang lama menetap di Prancis tersebut beberapa kali membintangi film hingga memenangkan penghargaan sebagai peran utama wanita terbaik pada tahun 1969. Dilansir dari Vogue, pada tahun 80-an, perempuan yang hendak terbang ke London itu, duduk di samping seorang laki-laki bernama Jean-Louis Dumas. Saat pesawat bersiap untuk berangkat, Jane yang saat itu membawa tas jerami terlihat kewalahan memasukkan semua barang ke kompartemen atas, hingga semua barangnya jatuh menimpa dirinya.
Melihat hal tersebut, Jean-Louis menyarankan agar dia memiliki tas yang berkantong. Jane Birkin pun menjawab “Kalau Hermès membuat satu yang berkantong, saya akan memiliknya”. Mendengar hal tersebut, Jean-Louis akhirnya memperkenalkan dirinya. Ia saat itu menjabat sebagai kepala eksekutif Hermès. Jane tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut, ia kemudian bertanya mengapa Hermès tidak membuat tas yang ukurannya lebih besar dari Kelly, namun lebih kecil dari koper Serge Gainsbourg.
Mendengar hal tersebut, Jean-Louis kemudian mengeluarkan pensil dan air plane sick bag miliknya. Jean dan Jane pun kemudian beradu ide membuat sketsa tas yang nantinya diharapkan dapat memenuhi ekspektasi sang bintang. Tas yang akhirnya diluncurkan tahun 1984 itu kemudian dinamai tas Birkin sebagaimana permintaan dari sang pembuatnya.
2. Denim Jeans
Celana jenis ini mungkin jadi salah satu item fashion yang paling universal. Mau dipakai ngopi, nongkrong atau pun kerja kayaknya sah-sah saja. Tapi, siapa sangka jeans yang sekarang jadi simbol gaya kasual ini dulunya dirancang untuk pekerja tambang.
Sebelum jadi item yang digandrungi, item fashion ini sejarah unik di baliknya. Dulunya, penenun mencoba mereproduksi kain corduroy yang berasal dari Italy, namun tidak membuahkan hasil. Nama denim sendiri diambil dari asal item ini pertama kali ditemukan yaitu di Nîmes, Prancis. Setelah melewati beberapa kali trial and error, penenun di Nîmes akhirnya menemukan metode yang tepat. Tenunan kepar adalah tenunan yang dianggap pas untuk menghasilkan kain yang kokoh.
Untuk menghasilkan warna biru, penenun menggunakan pewarna nila pada benang lungsin, dan membiarkan benang pakan tetap berwarna putih. Kombinasi warna biru dan putih, serta metode tenun kepar yang diterapkan, menghasilkan warna biru yang khas denim di satu sisi, dan warna putih pada sisi lainnya. Mereka akhirnya menyebut kain tersebut dengan istilah Serge de Nîmes yang artinya kain ‘twill dari Nîmes’.
Kain kokoh tersebut nantinya digunakan sebagai bahan celana. Levi Strauss dan Jacob Davis adalah dua orang yang memperkenalkan celana jeans pertama kali, yakni sekitar tahun 1870-an. Mereka berkolaborasi dan menghasilkan celana yang kuat yang awalnya dibuat untuk pekerja tambang. Tak disangka, eksistensi celana jeans tidak pudar hingga sekarang, bahkan digunakan semua kalangan dengan berbagai pekerjaan.
3. Cardigan
Item fashion bersejarah lainnya yakni cardigan. Di balik tampilan cardigan yang cozy dan stylish, siapa sangka, busana yang kini identik dengan kesan santai itu dulunya terinspirasi dari seragam perang.
James Thomas Brudenell adalah letnan jenderal Angkatan Darat Inggris yang memimpin perang Krimea di pertempuran Balaclava. James dikenal sombong dan arogan, alih-alih memakai pakaian perang lengkap, James saat itu lebih suka memakai jaket wol tanpa kerah. Istilah cardigan diambil dari gelar sang letnan saat itu, yakni Earl of Cardigan ke-7.
Menghadapi cuaca dingin saat perang, tentara pada waktu itu membutuhkan pakaian yang hangat namun tetap bisa bikin bebas gerak. Dilansir dali laman howstuffwork, merajut adalah aktivitas populer saat itu, rajutan-rajutan yang dihasilkan perempuan waktu itu kemudian akan dikirim ke suami atau putra-putranya yang ikut di medan pertempuran. Cardigan yang dulu dipakai pada saat perang, kini menjadi salah satu item yang cukup digemari. Tahun 1920-an Coco Chanel meluncurkan cardigan dengan gaya khasnya, yang membuatnya makin melejit di pasaran.
4. Jersey
Meski jersey identik dengan dunia olahraga, item fashion ini punya sejarahnya. Kainnya yang fleksibel dan adem ternyata berasal dari sebuah pulau kecil di Inggris, yakni pulau Jersey. Fungsinya dulu bukan diperuntukkan untuk di lapangan. Pakaian yang kerap dipakai olahraga ini awalnya diperuntukkan bagi nelayan.
Pada abad ke-19, masyarakat di pulau tersebut kerap menenun pakaian yang terbuat dari wol. Sifatnya yang ringan dan tahan lama sangat mendukung kegiatan petani dan nelayan pada saat itu. Memasuki tahun 1930-an, jersey mulai merambah ke dunia olahraga. Tak hanya sepak bola, jersey juga digunakan sebagai seragam olahraga lainnya.
Dilansir dari gtportugal, Coco Channel adalah desainer pertama yang menggunakan jersey pada koleksinya. Sayangnya, jersey saat itu dianggap kurang mewah. Tak sampai disana, era 80-an hingga 90-an, jersey mulai masuk menjadi simbol budaya. Kini, tak hanya sebagai kaos olahraga, jersey juga kerap digunakan sebagai gaya busana, salah satunya yakni tren “block core”, tren fashion yang memadukan jersey klasik, jeans dan sneakers sempat booming akhir-akhir ini.
Dari tas Birkin yang lahir dari obrolan di pesawat, denim yang dulu jadi seragam pekerja keras, hingga cardigan dan jersey yang fungsinya berevolusi, beberapa item fashion p tersendiri. Beauties, bisa jadi item favorite kamu lainnya juga punya cerita di baliknya.