Sebuah penghargaan internasional menghampiri Rahmah Ketiara, petani kopi perempuan asal Gayo. Wajahnya kini menghiasi dinding Gedung Fair Trade Amerika Serikat melalui sebuah mural besar. Ini merupakan kali pertama seorang petani kopi Gayo menerima pengakuan visual internasional semacam ini.
Mural tersebut menampilkan senyum tulus Rahmah dengan kelubung tradisional khas perempuan Gayo. Gambar daun kopi dan buah ceri merah yang mengelilinginya menjadi simbol perjuangan panjang di kebun kopi. Fair Trade sengaja memilih Rahmah sebagai wajah kampanye global mereka untuk petani perempuan.
“Alhamdulillah, ini kehormatan besar bagi saya dan petani kopi perempuan Indonesia,” ujar Rahmah penuh syukur. Ia meyakini kerja keras petani perempuan patut mendapat pengakuan setara di industri kopi global.
Prestasi Rahmah semakin lengkap dengan undangannya ke World of Coffee 2025 di Jenewa. Atas nama International Women’s Coffee Alliance (IWCA) Indonesia, ia berkesempatan bertemu langsung dengan pelaku industri kopi dunia. Meski harus didampingi penerjemah, antusiasme Rahmah tak pernah surut.
Zam Zam Mubarak, pegiat kopi Gayo, menyebut pencapaian ini sebagai kebanggaan nasional. “Mural ini bukti bahwa jerih payah petani kopi kita diakui dunia,” tegasnya.
Kisah Rahmah menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda Indonesia. Ia membuktikan bahwa kerja tulus petani lokal mampu menembus panggung internasional. Semangatnya dalam mengembangkan kopi berkelanjutan patut menjadi teladan.