Personal Color Analysis kian ramai dibicarakan di media sosial. Brand besar seperti Wardah pun tak ketinggalan untuk menyisipkan color analysis sebagai bagian dari acara Wardah Colourverse 2025 dan mendapat minat yang sangat tinggi dari pengunjung.
Sesuai dengan nama istilahnya, personal color analysis bertujuan untuk menemukan rangkaian warna yang cocok dipakai seseorang sesuai dengan undertone dan visual contrast wajah. Hasil analisis ini bisa diterapkan untuk memilih warna pakaian, aksesori, dan make up. Hasil analisanya pun bersifat personal, itulah yang membuat personal color analysis sedikit rumit.
Menilik sejarahnya, personal color analysis pertama kali dilakukan oleh Johanes Itten, seorang pelukis dan dosen berkebangsaan Swiss di Jerman, pada awal dekade 1900-an dengan melihat sebuah lukisan mahasiswanya.
Ia melihat bahwa penampilan seseorang di lukisan dapat terlihat lebih hidup ketika objek tersebut mengenakan warna yang berharmoni dengan warna rambut, kulit, dan mata.
Ingin tahu lebih dalam tentang personal color analysis? Simak artikel berikut ini ya, beauties!
Apa itu Personal Color Analysis?
Secara sederhana, personal color analysis adalah metode color matching yang akan membantumu menemukan warna-warna serasi untuk pakaian, riasan, warna cat rambut, bahkan hingga aksesori sesuai dengan warna kulitmu.
Bagi orang awam, hal ini bisa jadi terdengar aneh namun teori warna itu ada loh, beauties! Ketika mengenakan warna yang tak serasi dengan warna kulit, tampilan seseorang bisa terlihat pucat dan kusam. Sebaliknya, dengan warna-warna yang tepat, tampilanmu bisa terlihat lebih flattering!
Johanes Itten, sang penemu metode color analysis, membagi warna berdasarkan musim (seasonal) yaitu summer, spring, autumn, dan winter. Beberapa pakar (disebut colorist) juga mengerucutkan empat kategori warna tersebut menjadi 12 hingga 16 kategori spesifik seperti light, dark, true, soft, dan bright. Bahkan Korea dan Jepang pun punya metode color analysis tersendiri.
Untuk bisa memahami istilah asing ini, memang diperlukan pengetahuan dasar tentang teori warna. Secara ringkas, berikut adalah beberapa sifat warna yang perlu kamu ketahui sebelum membahas lebih jauh mengenai color analysis.
- Hue membahas tentang warm atau cool tone. Warm tone dipengaruhi warna kuning, cool tone dipengaruhi warna biru, sedangkan netral dipengaruhi warna merah.
- Value atau contrast membahas tentang tingkat gelap dan terang suatu warna.
- Chroma atau saturation, intensity membahas mengenai seberapa pekat atau pucat suatu warna.
Warna-warna Season Personal Colour Analysis
Palet warna personal color analysis dibagi berdasarkan bagaimana suatu warna terlihat pada kulit, rambut, dan mata. Warna-warna ini nantinya akan memperlihatkan apakah kamu cocok dengan warna light atau deep/dark, warm atau cool undertone, muted atau bright.
Misalnya, ketika seseorang dengan olive undertone, mata coklat, dan rambut hitam pekat mengenakan warna-warna pastel, bayangan di wajah seperti di area kantong mata dan rahang terlihat lebih kusam dibandingkan ketika memakai warna-warna yang bold.
Hal tersebut bisa berarti ia lebih menawan ketika mengenakan warna-warna hangat dan deep. Lalu, apa saja warna-warna pada empat kategori musim personal color analysis?
Spring
Koleksi warna di palet spring cenderung manis, bubbly, segar, dan lovely. Hal ini sesuai dengan karakter utama warna spring yang terdiri dari warm undertone, pekat, dan terang. Warna-warna spring ada peach, coral, salmon, pastel pink, putih gading.
Beberapa shade make up yang bisa digunakan oleh kamu yang memiliki warna spring adalah blush BLP x Nadin Amizah – Saturn Return dan Make Over Intense Matte Lip Cream – 010 Lux.
Summer
Hampir seluruh warna pastel termasuk ke palet summer. Tak heran karena karakteristik dari warna summer adalah cool tone, soft, dan terang. Shade warna yang familiar ada mauve, fuschia, biru langit, burgundy.
Jika warnamu adalah summer, maka kamu akan cocok mengenakan pakaian penuh warna yang tidak terlalu mencolok atau bold.
Autumn
Berseberangan dengan dua palet sebelumnya, warna-warna autumn diisi oleh earth tones yang hangat. Sekilas pandang, warna yang ada di palet spring ada juga di palet autumn, bedanya warna-warna autumn lebih deep sedangkan warna-warna spring cerah. Sudah bisa menyimpulkan ‘kan karakteristik warna ini? Ya, soft, warm tone, dan deep adalah karakteristik dari warna autumn.
Cukup mudah menemukan shade make up untuk autumn. Untuk blush ada Inez – Gold Dipped Brick sedangkan untuk bibir ada Emina Glossy Stain – Pouring Tea dan Dear Me Beauty Hypergloss Lip Balm – Dear Rosa.
Winter
Warna-warna winter sangat mencolok dan memberikan kesan seksi dan dewasa. Beberapa warna yang ada di palet ini seperti biru navy, hijau emerald, dan merah batu ruby membuat karakteristik warna winter sebagai palet dengan warna yang cool, deep, dan bright.
Nah, sudah menemukan personal color mu?
Menentukan personal color memang agak tricky, banyak juga yang bertanya apakah personal color test lewat aplikasi akurat atau tidak. Jawaban singkatnya adalah tidak begitu akurat. Meski begitu, sebenarnya kamu bisa loh melakukan tes ini di rumah.
Begini cara melakukan color analysis sendiri di rumah.
- Duduk di depan kaca dan pastikan kamu berada di ruangan yang memiliki pencahayaan alami,
- Dengan mengenakan baju warna putih dan bare face, taruh kain berwarna apa saja yang kamu miliki di dada,
- Lalu kuncinya adalah fokus ke wajah. Lupakan warna favoritmu! Lihat apakah warna tersebut membuat wajah terlihat kusam atau gelap.
Dengan cara ini, meskipun kamu masih belum tahu warna musim yang sesuai untukmu, tetapi setidaknya kamu bisa mengetahui warna baju apa saja yang cocok dari pakaianmu di lemari.
Untuk hasil yang lebih akurat, kamu bisa menggunakan jasa colorist dan melakukan kunjungan tatap muka secara langsung. Rentang harga jasa personal color analysis di Indonesia sendiri mulai dari ratusan ribu.
nanya chatgpt tapi masih ga yakin personal color ku apaa