Perjalanan Wanda Hamidah menuju ke Gaza.

Perjalanan Wanda Hamidah ke Gaza: Saya Berusaha Mempertahankan Kapal Nusantara

Kabar kurang mengenakkan datang dari selebriti dan aktivis Wanda Hamidah yang tengah berupaya berlayar menuju Gaza. Perjalanan ini merupakan aksi kemanusiaan global yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla. Global Sumud Flotilla adalah gerakan kemanusiaan internasional yang dilakukan dengan cara konvoi damai menembus blokade Gaza melalui jalur laut.

Berdasarkan informasi yang diunggah Wanda di Instagram pribadinya, Wanda dan aktivis lainnya kini berada di dalam Kapal Sumud Nusantara, di pelabuhan Marzamemi, setelah sebelumnya sempat melewati Portopalo, Sicilia, Italia selama dua minggu dan tertahan di Tunisia selama dua minggu.

Menurut Wanda, pelabuhan Marzamemi merupakan pelabuhan yang jauh lebih aman dari Portopalo, Sicilia.

Wanda Hamidah menjelaskan kesulitan yang ia alami di unggahannya. Setelah berhasil mendapatkan kapal pengganti, Wanda mengabarkan soal kapten yang menghilang. Kabar buruk sayangnya tak hanya tentang kapten yang hilang saja. Tujuh kapal (X1, Yemen, Keisar, Alla Dienne, Tico, Essia, Kamar) tidak lagi melanjutkan perjalanan karena kerusakan atau ketidaksiapan kapal.

Menurutnya, banyak kapten kapal yang mereka pekerjakan dari Tunisia kabur setelah dibayar untuk membawa mereka ke Gaza. Kapten-kapten kapal tersebut ternyata merupakan bagian dari mafia yang berada di sekitar Portopalo.

Setiap hari mulai datang intimidasi dan tekanan dari warga lokal yang tergabung dengan kelompok mafia agar Wanda dan para aktivis lainnya meninggalkan kapal. Mereka bertujuan untuk bisa memereteli kapal, membawa kabur atau menjual kapal-kapal yang bersandar di Portopalo.

“Perlu di diketahui, Portopalo adalah pelabuhan yang amat sangat tidak aman, hampir semua kapal mengalami pencurian barang-barang berharga seperti laptop, monitor, GPS, dll,” ujarnya.

Baca juga:  Penyanyi Inggris Olivia Dean Comeback Lewat Lagu "Man I Need"

Kendati mengalami intimidasi tanpa henti, Wanda terus berusaha mempertahankan kapal Sumud Nusantara yang ditumpanginya. Kapal tersebut dibeli dari hasil patungan para aktivis berbagai negara mulai dari Malaysia, Indonesia, Maldives, dan Pakistan. Saat ini mereka tengah menyeleksi kapten, wakil kapten, dan mekanik baru untuk kapal tersebut sambil memperbaiki bagian-bagian kapal yang rusak.

Menurut Wanda, 14 orang dari berbagai kapal yang terdampar dari 7 negara akan bersatu dalam kapal Nusantara dan akan segera berlayar paling lama esok hari (30/9). “Doakan kami berhasil berlayar mengarungi Laut Mediterania,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top