Overdressed atau Underdressed? Stigma Fashion di Indonesia

Beauties, pernah nggak sih datang ke acara, entah itu kondangan, nongkrong, atau meeting, lalu merasa salah kostum?

Terlalu heboh dibanding yang lain, atau justru terlalu santai?

Nah, di titik itulah biasanya muncul suara-suara (kadang dari orang lain, kadang dari diri sendiri): “Ih, niat banget sih.” atau “Kok kayak nggak niat banget bajunya?”

Welcome to the world of stigma fashion di Indonesia, di mana standar berpakaian sering kali lebih dipengaruhi asumsi sosial ketimbang kenyamanan atau ekspresi diri.

Terlalu Dandan, Dibilang Cari Perhatian

Pakai outfit kece ke kampus atau sekadar pakai heels buat ke cafe?
Bisa banget diserang komentar: “Mau kemana sih, niat amat?”
Padahal mungkin itu cuma cara kita mengekspresikan diri atau sekadar bikin mood lebih enak.

Baca juga:  Intip 7 Tips Stylish Kemeja Anti Mainstream, Bisa Jadi Rekomendasi Outfit Maulidanmu

Di Indonesia, tampil “terlalu rapi” atau overdressed sering dikaitkan dengan niat pamer, sok cantik, atau malah nggak tahu diri.
Padahal? Bisa jadi itu adalah personal style, dan nggak ada hubungannya sama orang lain.

Terlalu Santai, Dibilang Nggak Sopan

Sebaliknya, saat kita berpakaian simpel atau santai, apalagi perempuan, langsung dikira nggak menghargai acara.
Meski konteks acaranya sebenarnya informal.
Contohnya, pakai kaos polos dan celana panjang buat nongkrong bareng teman pun bisa jadi bahan obrolan kalau yang lain “full dress up”.

Standar sopan atau niat itu sering bias, bahkan nggak konsisten.

Perempuan Lebih Kena Tekanan? Jawabannya: YA

Nggak bisa dipungkiri, perempuan sering jadi target paling besar dari standar berpakaian ini.

Baca juga:  5 Model Rok untuk Traveling, Nyaman tapi Tetap Fashionable

Pakai makeup tebal, dibilang nggak natural.
Nggak dandan, dibilang pucat atau nggak effort.

Apa pun pilihannya, selalu ada komentar yang siap dilontarkan.

Dan sering kali, kritik itu datang dari sesama perempuan juga.

Boleh Nggak Sih Tampil Sesuai Mood Aja?

Jawabannya: boleh banget.
Fashion harusnya jadi ruang bebas buat mengekspresikan diri, bukan ajang membandingkan siapa yang “paling pas” atau “paling niat”.

Kalau kamu nyaman dan percaya diri, itu udah cukup.
Pakai baju kece tiap hari? Boleh.
Pakai outfit super santai pas hangout? Juga boleh.

Yang penting bukan soal overdressed atau underdressed, tapi soal merasa authentic dengan apa yang kamu pakai.

Saatnya Ubah Cara Pandang

Mungkin sudah waktunya kita berhenti menilai orang dari seberapa “niat” atau “santai” mereka berpakaian.
Karena niat itu nggak selalu tampak dari outfit.
Dan fashion itu bukan tentang validasi sosial, tapi tentang ekspresi personal.

Baca juga:  Bukan Cuma Aksesories, Tas Bisa Jadi Ekspresi Gaya Diri Sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top