Mengenal Fenomena Flexing, Pamer Kekayaan di Media Sosial

Fenomena pamer kekayaan di media sosial bukan menjadi pemandangan asing lagi. Kamu pasti pernah mendengar istilah flexing, dong, Beauties? Belakangan ini sering bermunculan di berbagai media tentang istilah tersebut untuk menyindir orang-orang yang sering memamerkan kemewahan dan harta kekayaan.

Lantas dari mana datangnya istilah ini dan apa saja, sih, yang mendorong seseorang untuk flexing atau pamer kekayaan? Yuk simak bersama!

Kenalan dengan Fenomena Flexing

Asal Kata Flexing

Kata flexing berasal dari flex yang berarti “lentur”. Awalnya kata ini digunakan untuk menunjukkan gerakan kontraksi otot.

Seiring berkembangnya waktu, istilah ini digunakan oleh binaragawan untuk menunjukkan otot mereka. Selain itu, istilah ini juga dipakai untuk menyebut seseorang yang unjuk skill atau kemampuan mereka.

Pada akhirnya, istilah flexing ini mengalami pergeseran makna. Kata ini tidak hanya mendefiniskan gerakan otot dan unjuk skill, tetapi juga sebutan untuk seseorang yang memamerkan harta kekayaan.

Mengapa Banyak Orang Suka Flexing?

Ahmad Sahroni memamerkan salah satu harta kekayaannya. (instagram.com/ahmadsahroni88)

1. Menginginkan Validasi

Keinginan untuk mendapatkan pengakuan atau validasi atas dirinya menjadi salah satu faktor seseorang cenderung melakukan flexing atau memamerkan kekayaan.

Memamerkan barang-barang kebutuhan non-esensial dengan merek yang mahal seakan-akan menunjukkan bahwa seseorang memilki banyak uang. Pemandangan ini memunculkan persepsi berbeda tentang naiknya status ekonomi dan sosial, meskipun kenyataannya tidak selalu begitu.

2. Tendensi Untuk Narsis

Seseorang yang kerap melakukan flexing atau memamerkan kekayaan bisa menjadi refleksi dari seseorang dengan kecenderungan narsistik. Mereka akan merasa insecure, sehingga merasa perlu menunjukkan sesuatu, dalam hal ini berupa kemewahan material, untuk mendapatkan pengakuan.

3. Tuntutan Sosial

Pengaruh kehidupan sosial bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan flexing. Misalnya, seseorang akan merasa dituntut untuk setara dengan teman-temannya yang sering menunjukkan kemewahan. Hal ini dilakukan supaya mereka dapat diterima.

Baca juga:  Majang Buku Gelar Ruang Perempuan Bersuara, Rayakan Kartini dengan Aksi Nyata

4. Strategi Marketing

Ada kalanya orang melakukan flexing sebagai bagian dari pekerjaan mereka, seperti influencer. Mereka harus memamerkan barang yang dipromosikan.

Tidak hanya itu, mereka akan menunjukkan gaya hidup mewah untuk mendukung marketing produk. Dengan memamerkan kekayaan, mereka dapat membuat asosiasi antara produk dengan keinginan pembeli yang ingin merasakan kemewahan tersebut.

Tips Menyikapi dan Menghindari Fenomena Flexing

Pada dasarnya, flexing adalah salah satu cara manusia memenuhi kebutuhan sosialnya, yakni pengakuan akan eksistensi alias ingin eksis. Namun kamu tidak perlu melakukannya karena fenomena ini dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam hidup, terutama kesehatan mental.

Bagaimana cara kita sebaiknya menyikapi dan menghindari fenomena ini?

1. Kenali dan Pahami Value Diri Sendiri

Penting untuk mengenali nilai akan diri sendiri untuk menghindari flexing. Jika kita tahu apa yang berharga bagi diri sendiri, kita tidak perlu validasi berlebihan dari orang lain untuk menentukan apakah value kita benar atau salah.

2. Tumbuhkan Rasa Percaya Diri

Tak hanya memahami value diri sendiri, memilki rasa percaya diri yang positif juga membantu mengurangi flexing. Jika seseorang sudah secure dengan dirinya, kita tidak perlu membuat “pengumuman” untuk berbagai hal karena itu bukan sesuatu untuk dipamerkan.

3. Cari Teman yang Menerima Apa Adanya

Flexing sebagai tuntutan sosial menjadi indikasi bahwa kamu berada di lingkungan pertemanan yang tidak menerimamu apa adanya. Jenis pertemanan ini menuntutmu membangun suatu citra yang menimbulkan reaksi kagum atau keren, sehingga kamu tidak memiliki ruang untuk berekspresi dengan jujur.

Ketika hal ini terjadi, tidak ada salahnya mencari circle pertemanan baru yang lebih positif dan tidak memandang latar belakang finansial seseorang. You deserve better, Beauties!

Baca juga:  Gas Air Mata: Kenali Dampak dan Pertolongan Pertamanya

Menunjukkan kesenanganmu atas sesuatu yang baru kamu beli tidak sepenuhnya salah, Beauties. Namun kamu juga wajib mengenali tanda-tanda ketika dirimu sudah mulai melakukan flexing. Ketika kamu bertemu dengan seseorang yang senang memamerkan kekayaan, alihkan perhatianmu untuk mendistraksi perasaan iri yang muncul.

Tumbuhkan rasa percaya dirimu dengan membangun value yang kamu yakini, serta temukan orang-orang baik yang selalu mendukungmu dalam situasi apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top