Kopino! Ibu dan Anak yang ditelantarkan Ayah Korea!

Kopino  (코피노), nama yang terdengar manis namun ternyata menyimpan konotasi negatif. Kita tinggal di era globalisasi, dimana kesempatan untuk menjelajahi dunia jauh lebih besar daripada leluhur kita. Namun, tentu saja ada sisi kelam dari semua hal yang indah, seperti dimanfaatkannya perempuan lokal oleh laki-laki pendatang.

Arti Kopino

Kopino adalah campuran dari kata Korea dan Pinoy, yang berarti seseorang dengan darah Korea dan Filipina. Namun, ini berkonotasi negatif karena kebanyakan dari ibu dari kopino hamil diluar nikah.

Biasanya, para ayah adalah laki-laki Korea yang datang kesana untuk belajar, urusan pekerjaan, atau tourisme seks. Menurut seorang delegasi Filipina di ECPAT tahun 2005, begitu ayah kandung dari kopino kembali ke Korea, mereka memutus hubungan dengan anak dan ibu dari anak mereka. 

Baca juga:  Merasa malas? Kenali Apatis dan Anhedonia Serta Cara Mengatasinya

Sang ibu tidak mendapat sokongan dana untuk membesarkan anak, dan masyarakat Filipina yang tradisional melarang aborsi dan penggunaan KB. Dikarenakan mayoritas dari kopino adalah anak diluar nikah, mereka juga tidak bisa mendapatkan kewarganegaraan Korea Selatan.

Kesulitan yang Dihadapi Kopino

Dikarenakan mereka adalah anak yang terlahir diluar pernikahan, mereka mengalami berbagai tantangan secara sosial maupun hukum. Berikut adalah kesulitan yang dialami oleh ibu dan anak tersebut.

Kemiskinan

Masyarakat Filipina yang bersifat konservatif memiliki stigma terhadap seks diluar nikah, yang membuat ibu para kopino sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menghidupi anak mereka. Pilihan mereka adalah kembali ke dunia malam jika mereka adalah PSK, atau masuk ke dunia malam.

Baca juga:  Bukan hanya Soal Medan Tempur, Ini Jasa Pahlawan Perempuan untuk Kemerdekaan RI

Anak-anak tersebut kerap tumbuh di daerah kumuh dengan pendidikan yang terbatas, atau dititipkan di panti asuhan oleh ibu mereka.

Permasalahan Birokrasi

Berbagai dokumen penting di Filipina memerlukan nama dari sang ayah, terutama di akta kelahiran. Tanpa adanya akta kelahiran, para kopino tidak memiliki akses ke pendidikan, pelayanan kesehatan, yang tentu saja berpengaruh ke masa depan mereka. Tanpa pendidikan yang layak, mereka akan kesulitan untuk bekerja saat sudah dewasa.

Kewarganegaraan

Peraturan Korea Selatan menolak memberikan kewarganegaraan pada anak diluar nikah dengan ibu dari luar Korea, kecuali jika sang ayah mengakui keberadaan hubungan darah.

Namun, kebanyakan dari ayah kandung kembali ke negara asal begitu kekasih asal Filipina mereka hamil, atau menikahi mereka namun dengan identitas yang dipalsukan agar tidak bisa dilacak.

Baca juga:  6 Benda yang Menjadi Penyebab Munculnya Jerawat di Wajah yang Jarang Disadari

Stigma Sosial

Sebagai anak diluar nikah dengan dua budaya yang berbeda, mereka mengalami krisis identitas dimana mereka dipandang buruk karena status ibu mereka di Filipina. Di Korea sendiri, ada stigma negatif terhadap orang-orang dari Asia Tenggara. Ayah Korea mereka juga menutupi keberadaan mereka untuk menjaga reputasi mereka.

Kopino mengalami berbagai tantangan, padahal seorang anak tidak bisa memilih siapa orangtua mereka dan keadaan saat mereka dilahirkan. Untungnya, ada berbagai organisasi seperti website Kopinofather dan We Love Kopino yang mulai terbentuk untuk membantu para kopino mencari ayah mereka agar bisa menyelesaikan masalah birokrasi mereka di Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top