Demam Padel, Tren di Kalangan Perempuan Indonesia

Demam Padel, Tren Olahraga di Kalangan Perempuan Indonesia

Belakangan ini, demam padel sedang menjadi tren di Indonesia, terutama di kalangan perempuan. Bahkan, para selebritas perempuan di tanah air seperti Aurel Hermansyah, Nagita Slavina, Alyssa Daguise, Syifa Hadju, dan Anya Geraldine pun kerap membagikan keseruannya saat bermain padel di media sosial.

Memang, olahraga dengan permainan yang cenderung ringan, mudah dipelajari, dan ada interaksi sosialnya ini cocok untuk perempuan yang ingin aktif tanpa merasa tertekan. Yuk kita kenalan lebih dalam dengan olahraga padel!

Apa itu Padel?

Demam Padel, Tren di Kalangan Perempuan Indonesia
freepik

Padel merupakan olahraga raket asal Meksiko yang menggabungkan elemen dari tenis dan squash. Permainannya dilakukan di lapangan berdinding yang berukuran lebih kecil dari lapangan tenis dan menggunakan raket tanpa senar. Padel dimainkan oleh empat orang atau pemain ganda.

Baca juga:  Sea Moss: Superfood Viral di TikTok dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Padel dan Tenis: Apa bedanya?

Sekilas padel memang mirip dengan tenis, namun ternyata banyak perbedaannya. Lapangan yang digunakan padel lebih kecil dibandingkan dengan tenis, ukurannya sekitar 10 x 20 meter. Selain itu, raket padel tidak memiliki senar, bentuknya padat dan lebih kecil dengan lubang-lubang kecil di permukannya. Berbeda dengan raket tenis yang memiliki senar dan ukurannya lebih besar. Padel juga biasanya dimainkan berpasangan (ganda), sedangkan tenis bisa dimainkan secara tunggal atau pun ganda.

Aturan Dasar Cara Bermain Padel

Dalam semangat demam padel yang tengah meluas, penting untuk mengetahui cara dasar bermainnya. Padel dimainkan oleh dua pasangan (4 orang) dalam satu lapangan berdinding. Servis dilakukan secara underhand (dari bawah), dan bola harus memantul di tanah terlebih dahulu sebelum dipukul.

Baca juga:  Kenali 4 Jenis Gangguan Menstruasi yang Perlu Diwaspadai

Setiap reli hanya boleh menyentuh lantai satu kali, namun setelah itu, bola bisa memantul ke dinding sebelum dikembalikan. Ini yang membuat padel sangat dinamis. Sistem skornya sama seperti tenis, yaitu 15–30–40–game.

Kunci utama dalam padel adalah kerja sama tim, refleks yang baik, serta kemampuan membaca arah bola, apalagi karena dinding bisa membuat bola berubah arah dengan cepat.

Mengapa Padel Cocok untuk Perempuan?

Salah satu alasan mengapa demam padel berkembang pesat di kalangan perempuan adalah karena padel terasa menyenangkan, tidak terlalu teknis, dan tidak membutuhkan kekuatan fisik sebesar tenis. Permainannya bersifat sosial dan komunikatif, cocok untuk dimainkan bersama sahabat atau pasangan. Selain itu, padel termasuk olahraga yang bisa membakar kalori tanpa terasa terlalu berat. Cocok untuk pemula!

Baca juga:  Drakor To the Moon: Perjuangan Tiga Sahabat Mengejar Mimpi

Tidak heran jika demam padel terus meningkat di Indonesia, terutama di kalangan perempuan. Olahraga ini bukan hanya seru dan ramah bagi perempuan, tetapi juga menjadi sarana sosial yang mempererat atau bahkan bisa memperluas pertemanan. Kalau kamu mencari aktivitas fisik yang menyenangkan, ringan, dan bisa dilakukan sambil bersosialisasi, padel bisa jadi pilihan sempurna.

Yuk, coba padel dan rasakan sendiri keseruannya. Siapa tahu kamu juga menjadi terpadel-padel seperti para selebritas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top