Kampanye “be cruelty free” bermula di Eropa dan meluas ke berbagai negara belahan dunia lainnya. Tujuan dari kampanye ini untuk mengedukasi konsumen tentang uji coba kosmetik atau skincare pada hewan. Tentu hal ini sangat dikecam, mengingat hewan sebagai mahluk hidup dijadikan bahan percobaan produk yang tingkat kegagalannya tinggi. Sebagai alternatif, perusahaan dapat mengujikan produknya melalui bahan kimia, pestisida, serta teknologi yang sudah dikembangkan manusia.
Sebelum memilih produk, penting buat kamu tahu apa itu cruelty free. Lalu apa sih cruelty free? Dalam pengembangan produk kecantikan, pengujian menjadi salah satu komponen penting untuk memastikan keamanan produk. Peneliti cenderung memilih hewan sebagai bahan uji coba karena dinilai cepat merespon. Biasanya jika eksperimen usai, hewan-hewan tersebut akan dibunuh atau digunakan untuk eksperimen selanjutnya. Tragisnya 500.000 hewan mati pertahun, umumnya jenis hewan yang digunakan ialah kelinci, hamster,dan tikus. Itulah kenapa sebagai konsumen kita perlu aware soal cruelty free. Berikut beberapa alasan mengapa kita perlu memilih produk kecantikan yang cruelty free, yuk disimak!
Melindungi Hewan
Dengan membeli produk yang berlabel cruelty free, kita secara tidak langsung ikut melindungi hewan. Sebab produsen produk cruelty free tidak menggunakan hewan dalam uji cobanya, melainkan alternatif lain yang tidak menyakiti mahluk hidup.
Menurut Jurnal “Social Media Marketing: Consumer Behavior on The Cruelty Free Concern of Beauty Brand”, metode uji coba pada hewan memakan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Banyak perusahaan yang kini mempertimbangkan opsi lain yang tidak melibatkan hewan seperti model in vitro, rekonstruksi jaringan, dan simulasi computer. Metode-metode tersebut dapat menjadi pilihan pengujian dengan tetap mempertahankan keamanan hewan dan standar ilmiah dalam pengujian kosmetik.
Mendorong Perubahan
Pasar tentu akan mengikuti kemauan konsumen. Sebagai individu yang memiliki akses informasi dan memiliki kebebasan untuk menentukan mana produk yang baik untuk digunakan, tentu kita punya peran besar. Dengan menghindari produk non cruelty free secara tidak langsung kita berkontribusi mengurangi penjualan produk tersebut di pasaran. Ketika pasar sudah enggan membeli, produsen akan mengambil sikap serta evaluasi produknya. Langkah kecil ini bisa jadi dampak besar jika dilakukan berkepanjangan dan serentak.
Mendukung Produsen Untuk Menghargai Lingkungan
Sebagai industry besar, produsen kecantikan harus bertanggung jawab atas apa yang diproduksi. Beragam kampanye ramah lingkungan kerap disuarakan produsen kosmetik seperti kemasan ramah lingkungan, kandungan yang terbuat dari bahan alami, serta hasil penjualan yang nantiya didonasikan untuk keperluan lingkungan. Namun, jarang sekali yang focus pada proses pembuatannya padahal dengan cruelty free produsen telah bertanggung jawab terhadap bumi kita. Selayaknya makhluk hidup, hewan yang menjadi eksperimen juga berhak hidup sama seperti kita.
Merawat Kepedulian
Dengan riset yang dilakukan terhadap produk yang akan kita gunakan, sama saja kita terus merawat kepedulian. Kepedulian tumbuh sebagai bentuk tanggung jawab sebagai seorang individu yang berakal dan ingin tahu. Ketika kepedulian sudah menjadi kebiasaan tentu pilihan produk yang kita gunakan berdasar riset dan semoga tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.
Produk kecantikan diciptakan dengan tujuan agar penggunanya tampil percaya diri dan cantik terkhusus produk perempuan. Rasanya jahat jika hanya focus pada tujuan akhir dan mengabaikan proses hingga produk tersebut siap pakai. Hal kecil untuk memastikan produk kesayanganmu aman, lihat apakah ada label cruelty free di kemasan atau tidak. Mari rawat kepeduliaan kita termasuk pada produk-produk yang kita pakai.