Sebagai pecinta buah alpukat, rasa lezat dan creamy dari daging buah tersebut menjadi satu hal yang paling melekat di lidah. Buah yang umumnya dikonsumsi karena kaya akan serat dan nutrisi, siapa sangka memiliki kandungan yang tidak semua orang bisa mengonsumsinya. Meskipun begitu, buah ini masih menjadi primadona kebanyakan orang.
Berikut ini alasan mengapa seseorang dengan riwayat penyakit tertentu dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya.
Penderita Obesitas
Bagi kamu yang dalam masa diet, sekilas buah berkulit hijau pekat ini cukup efektif menahan perut kenyang lebih lama. Dan, terlepas dari kandungan lemak sehat yang cocok untuk menjaga proses dietmu tetap aman, alpukat bisa berakibat fatal. Selain itu, buah ini berisiko menambah berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan, karena kandungan tinggi kalori. Oleh karenanya, pastikan kamu bersikap bijak untuk bisa mengonsumsinya dengan porsi yang seimbang, agar tidak melebihi kebutuhan kalori harianmu.
Alergi Lateks
Meskipun kasus ini tergolong langka, namun tetap memungkinkan orang dengan riwayat alergi lateks bisa mengalami hal serupa ketika mengonsumsi buah alpukat. Alpukat diyakini memiliki struktur protein yang mirip dengan lateks atau getah pohon karet sehingga berpotensi memunculkan reaksi alergi yang sama. Gejalanya dapat berupa gatal pada mulut, tenggorokan, hingga pembengkakan.
Penderita Ginjal
Alpukat adalah salah satu buah dengan cukup banyak kalium. 100 gram buah alpukat mengandung sekitar 485 mg kalium. Pada penderita penyakit ginjal, terutama tahap kronis tidak bisa melepas kelebihan kalium sehingga mengakibatkan penumpukan pada darah. Kondisi ini juga disebut sebagai hiperkalemia. Penderita penyakit ginjal tertentu dianjurkan untuk membatasi mengonsumsi alpukat atau bahkan tidak sama sekali untuk menghindari risiko lain yang lebih serius seperti gangguan aritmia, penurunan kerja otot, bahkan serangan jantung.
Penyakit Stroke, Jantung, dan Emboli Paru
Keterlibatan vitamin K yang terdapat dalam buah alpukat dapat mengurangi kinerja obat terhadap sejumlah penyakit tertentu. Salah satunya obat anti penggumpalan darah yang dikonsumsi para penderita stroke, serangan jantung, atau emboli paru. Vitamin K secara menyeluruh berperan penting dalam proses pembekuan darah, dan jika dikonsumsi secara bersamaan dengan antikoagulan akan menurunkan efektivitas obat. Maka asupan dari vitamin K, baik yang terdapat dalam alpukat maupun sumber nutrisi lain harus dikontrol secara stabil.
Gangguan Pencernaan (IBS)
Sejumlah buah dengan serat tinggi mengandung FODMAP, atau pengganti karbohidrat utama yang akan memakan waktu selama proses pencernaan. Jika dikonsumsi banyak oleh orang dengan irritable bowel syndrome (IBS), alpukat akan mengakibatkan perut kembung, hingga efek nyeri yang berdampak fatal.
Kandungan yang terdapat dalam buah alpukat menyokong dalam segi kesehatan kita, tetapi jika kamu salah satu di antara yang disebutkan di atas, disarankan agar menggantinya dengan buah ataupun makanan lain. Pastikan jika ingin tetap mengonsumsi harus dengan takaran yang seimbang dan sesuai anjuran dokter.