Kamu mungkin sudah sering mendengar tentang fast fashion dan limbah pakaian murah yang cepat usang karena tidak lagi tren. Kebanyakan pakaian dalam kategori ini terbuat dari bahan polyester—material sintetis yang terlihat praktis, murah, dan mudah ditemukan di berbagai toko pakaian. Tapi, tahukah kamu kalau pakaian polyester bisa membahayakan kesehatan tubuh?
Yuk, simak penjelasan tentang bahaya pakaian polyester, termasuk risiko kesehatannya, terutama bagi kamu yang sering memakainya setiap hari.
Apa itu Bahan Polyester?
Polyester adalah bahan pakaian yang terbuat dari bahan dasar minyak bumi, dan tidak mudah kusut serta tahan lama karena serat-seratnya terbuat dari plastik. Dibandingkan bahan-bahan alami, bahan ini tidak cepat rusak atau robek walaupun sudah dicuci berulang kali.
Namun, polyester lebih menahan bau dibandingkan bahan alami karena tidak menyerap cairan dengan baik, seperti keringat, sebum, dan air. Itulah kenapa orang-orang yang pernah membeli baju yang berbahan dasar polyester seperti rib, hyget, atau crinkle mengatakan bahwa pakaian tersebut biasanya cepat bau.
3 Bahaya Pakaian Polyester untuk Kesehatan
1. Mengandung Zat Kimia Berbahaya
Pakaian berbahan polyester sering diproses dengan zat kimia seperti formaldehida, perfluorinated chemicals (PFC), dan zat pewarna sintetis. Zat-zat ini berpotensi memicu iritasi kulit, gangguan hormonal, dan bahkan risiko kanker jika terpapar terus-menerus dalam jangka panjang.
2. Mengganggu Sistem Pernapasan
Saat dicuci atau dikenakan, polyester bisa melepaskan mikrofiber plastik yang tak terlihat oleh mata. Serat mikro ini bisa terhirup dan masuk ke sistem pernapasan, yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan pada paru-paru.
3. Tidak Ramah Lingkungan
Selain berbahaya untuk tubuh, polyester juga sulit terurai secara alami. Setiap kali mencuci pakaian polyester, kamu ikut menyumbang limbah plastik mikro ke laut yang berbahaya bagi ekosistem.
Dampak-dampak Negatif dari Polyester
Iritasi Kulit
Polyester tidak menyerap cairan dengan baik, yang berarti sebum dan keringat terperangkap di pakaian tersebut. Kelembaban yang terperangkap di kulit dapat berujung pada iritasi, ruam, dan dermatitis.
Risiko Kanker
Walaupun tidak bersifat karsinogenik, ada kekhawatiran terkait dengan bahan-bahan kimia yang terlibat dalam pembuatan bahan tersebut yaitu phthalates dan bisfenol A (BPA).
Menurut medisearch, paparan berlebih terhadap BPA memiliki hubungan dengan peningkatan risiko kanker, dan sebuah studi yang melibatkan binatang menunjukkan bahwa paparan terhadap phthalates juga menunjukkan hasil yang sama.
Alergi
Seseorang yang memiliki alergi polyester dapat mengalami gejala-gejala seperti kulit kering, kemerahan, rasa gatal, pembengkakan, iritasi, dan lecet dalam hitungan menit atau jam setelah bersentuhan dengan polyester. Bahkan, gejala bisa muncul 1-2 hari setelah kontak fisik.
Mikroplastik yang Mencampuri Pangan
Saat pakaian yang terbuat dari bahan polyester dicuci, serat mikroplastik akan terlepas. Serat-serat tersebut akan terperangkap di sistem pembuangan air rumah tangga karena ukurannya yang sangat kecil.
Serat plastik akan ditelan oleh mikroorganisme kecil, dan perlahan-lahan naik ke rantai makanan, dan berujung menjadi apa yang kita konsumsi sehari-hari. Kontaminasi makanan ini dapat berdampak buruk untuk tubuh karena bahan-bahan kimia yang ada dalam polyester.
Meski terlihat modis dan praktis, pakaian polyester menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan dan lingkungan. Mulai sekarang, yuk lebih bijak dalam memilih pakaian yang tidak hanya nyaman dan trendi, tapi juga aman bagi tubuh dan bumi. Dengan beralih ke bahan alami, kamu sudah ikut berkontribusi dalam menciptakan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.