Dunia skincare terus berkembang dan dipenuhi beragam informasi yang datang silih berganti. Sayangnya, tidak semua info yang kami temui itu akurat. Dari tips viral di media sosial sampai review produk yang bombastis, banyak mitos seputar perawatan kulit yang justru bisa berdampak buruk jika dipercaya mentah-mentah. Untuk kamu para kecantikan yang peduli sama kesehatan kulit, penting banget nih buat tahu mana yang benar dan mana yang hanya mitos belaka. Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas 8 mitos dan fakta seputar skincare yang wajib kamu tahu!
8 Mitos dan Fakta Seputar Skincare yang Penting untuk Diketahui
1. Facial Wash Bisa Memutihkan Kulit
Tidak semua skincare bisa memutihkan kulit loh! sama halnya dengan Facial Wash. Facial wash hanya berfungsi membersihkan kotoran, minyak, dan sisa makeup. Untuk mencerahkan kulit, dibutuhkan produk lain seperti serum vitamin C, niacinamide, atau kandungan berbahan AHA/BHA. Jadi klaim facial wash bisa memutihkan kulit itu adalah mitos.
2. Eksfoliasi Wajah Setiap Hari Membuat Wajah Semakin Mulus
Banyak orang percaya bahwa semakin sering mengeksfoliasi wajah, maka kulit akan semakin halus dan bersih. Padahal, hal ini justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Jadi, pernyataan itu ternyata mitos ya beauties. Faktanya eksfoliasi berlebihan bisa merusak pelindung kulit yang menyebabkan iritasi, kemerahan, dan kulit kering. Eksfoliasi cukup dilakukan sebanyak 2 – 3 kali l seminggu agar hasil maksimal.
3. Tetap Gunakan Tabir Surya! Jangan Terlena dengan Riasan Ber-SPF
Beberapa produk makeup seperti foundation, BB cream, atau Cushion memang mengandung SPF (Sun Protection Factor), namun jumlah dan cara penggunaan tidak cukup untuk memberikan perlindungan maksimal dari sinar UV.
Agar SPF bekerja optimal, kita perlu mengaplikasikan produk sebanyak 1/4 sendok teh untuk wajah—jumlah yang biasanya tidak digunakan saat memakai riasan. Selain itu, SPF dalam makeup seringkali tidak merata saat diaplikasikan, sehingga banyak area kulit yang tetap terpapar sinar UV tanpa perlindungan.
Faktanya tabir surya tetap harus digunakan secara terpisah sebagai langkah utama perlindungan ya beauties!
4. Kulit Berjerawat Tidak Boleh Menggunakan Face Oil
Banyak yang mengira bahwa minyak wajah (face oil) akan memperparah jerawat, padahal tidak semua jenis minyak bersifat komedogenik (menyumbat pori-pori). Faktanya, beberapa minyak rekomendasi non-komedogenik seperti jojoba oil, tea tree oil, dan squalane, cocok untuk kulit berminyak, asalkan digunakan dengan tepat dan sesuai jenis kulit. Jadi mitos ya! karena tidak semua minyak wajah memicu jerawat loh.
5. Jerawat itu adalah Hal yang Normal
Mitos. Jerawat memang umum terjadi, tapi bukan berarti bisa diabaikan. Jerawat yang tidak ditangani dengan baik bisa meninggalkan bekas, memicu infeksi, dan memperparah kondisi kulit, karena masalah kulit harus memerlukan perawatan yang tepat. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan bekas jerawat dan infeksi bakteri lebih parah yang tentu saja membutuhkan solusi.
6. Skincare Lebih Penting daripada Bodycare
Ya, mitos. Skincare dan bodycare dua hal yang tidak bisa dibandingkan. Kesehatan kulit secara keseluruhan tidak bisa hanya bergantung pada perawatan kulit wajah. Rutinitas perawatan tubuh seperti scrubbing, pelembab, dan penggunaan tabir surya tubuh juga tak kalah penting.
7. Semua Produk Skincare Alami Aman untuk Kulit
Banyak orang beranggapan bahwa produk skincare berbahan alami otomatis aman dan lebih baik untuk kulit. Padahal, beberapa prodek skincare alami justru dapat memicu reaksi iritasi, alergi, bahkan peradangan loh.
Maka, pernyataan tersebut adalah mitos, karena bahan alami belum tentu cocok untuk semua kulit. Contohnya lemon yang tinggi asam dapat menyebabkan iritasi, dan kayu manis memiliki sifat panas yang berisiko membuat kulit meradang. Di sisi lain, bahan sintetis seringkali lebih stabil dan telah melalui uji klinis.
8. Kulit Berminyak Tidak Membutuhkan Pelembap
Mitos. Setiap kulit membutuhkan pelembab atau pelembab, termasuk kulit berminyak. Jika kulit tidak dilembabkan justru bisa memicu produksi minyak berlebih atau dehidrasi sehingga menghasilkan sebum. Untuk kulit berminyak disarankan untuk menggunakan pelembab bertekstur gel.
Nah jangan sampai terkecoh dengan mitos tentang seputar skincare ya! Untuk membantu memilih produk skincare yang tepat, solusinya memang wajib berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit, khususnya ahli kecantikan.
Ternyata selama ini aku salah, makasii ya