Ditengah maraknya iklan skincare dan konten sosial media tentang wajah mulus, bersih dan sehat. Membuat sebagian orang merasa insecure dengan kulit wajahnya yang bertekstur. Padahal, kulit wajah yang tak mulus bukan berarti kamu tidak cantik dan malas merawatnya tapi karena tekstur kulit itu wajar dan normal.
Yuk mulai perjalanan self love untuk tetap tampil percaya diri dengan kulit bertekstur.
Wajah nggak mulus dan bertekstur itu normal, bukan aib
Pada dasarnya ada 4 tipe kulit wajah, yakni:
- kulit Normal
Biasanya, kulit wajah normal jarang memiliki masalah kulit wajah. Karena memiliki tingkat kelembaban yang seimbang.
- Kulit Kering
Kulit Kering, cenderung memiliki permukaan kulit yang kasar dan pori-pori yang mudah terlihat akibat kelembaban kulit yang rendah. Sehingga mudah terlihat kusam, mudah mengalami iritasi dan kulit kemerahan.
- Kulit Berminyak
Tipe kulit berminyak, cenderung terlihat mengkilap dan licin akibat produksi sebum atau minyak berlebih oleh kelenjar sebaceous. Hal ini menyebabkan kulit berminyak cenderung beresiko rentan timbul jerawat.
- Kulit Kombinasi
Perpaduan antara kulit kering dan kulit berminyak. Biasanya di area sekitar pipi cenderung kering dan pada zona T seperti hidung, dahi dan dagu memiliki tipe kulit berminyak.
Dari ke-4 jenis tekstur kulit yang sudah dijelaskan. Sangat wajar jika sebagian orang memiliki kulit wajah yang bertekstur. Kondisi tekstur kulit tersebut bisa disebabkan karena adanya perubahan hormon, faktor lingkungan, dan faktor genetik. Bukan serta merta karena orang tersebut tidak merawat kulit wajahnya dengan baik.
Saatnya normalisasi kulit bertekstur
Sosial Media kerap menampilkan kulit wajah “sempurna” tanpa cela. Hal ini menimbulkan rasa insecure berkepanjangan. Padahal kita tahu bahwa tampil “sempurna” di sosial media bisa menggunakan lighting, make up dan filter yang bagus. Namun, tanpa disadari, kulit wajah sempurna menjadi salah satu standar kecantikan yang justru membuat banyak orang merasa kurang, padahal mereka cantik apa adanya.
Memiliki kulit wajah bertekstur, pori-pori besar, bruntusan, bekas jerawat dan garis halus adalah bagian alami kulit manusia dan itu bukan sebuah kekurangan Kulit wajah tidak harus terlihat “sempurna” untuk layak dirawat dan dicintai.
4 Tips Self-Love Untuk Kamu Yang Punya Kulit Bertekstur
Tidak ada salahnya wajah kamu punya pori-pori, berjerawat, ada bekas jerawat, kemerahan, dan komedo. Jika merasa sudah merawat diri dengan menggunakan berbagai macam jenis skincare tapi masih memiliki permasalahan kulit. Maka tidak perlu berkecil hati, karena hal itu wajar adanya.
Ini dia tips yang bisa kamu lakukan agar tetap mindful dan tidak menyalahkan diri sendiri
- Berhenti Membandingkan Diri Dengan Orang Lain.
Ketik kita selalu membandingkan diri dengan orang lain, maka tidak akan ada habisnya. Kamu dengan orang lain berbeda. Jadi fokus pada dirimu sendiri, kamu cantik apa adanya.
- Afirmasi positif di depan cermin
Coba mulai untuk menerima apa yang ada pada dirimu. Berikan kalimat positif dan yang terbaik untuk dirimu sendiri. maka kamu akan lebih mensyukuri dan menghargai apa yang kamu punya dan bisa memancarkan inner beauty dalam dirimu.
- Gunakan Product Skincare yang Merawat
Di zaman yang sekarang ini, sudah banyak produk skincare yang bisa kamu gunakan. Tapi, coba fokuskan pada apa yang kulitmu butuhkan. Jangan terpengaruh pada produk skincare yang sedang viral. Karena bisa jadi produk yang viral itu bukan yang kamu butuhkan.
- Gaya Hidup Sehat
Menjaga gaya hidup sehat dengan berolahraga, konsumsi makanan yang bergizi, minum air putih yang cukup dan tidur yang teratur akan memberikan dampak positif. bukan hanya pada tubuhmu tapi juga mempengaruhi pada kondisi kulit yang sehat.
Memiliki kulit wajah nggak mulus bukan berarti malas merawat dari. Tetapi banyak faktor yang bisa mempengaruhi tekstur kulit. Mulai dari perubahan hormon, stress, makanan yang dikonsumsi, faktor lingkungan hingga faktor genetik.
Jadi, yuk stop menyalahkan diri sendiri! kulit kamu berhak bernapas dan nggak harus selalu tampil “sempurna”. Self Care itu bukan tentang instan tapi tentang proses mencintai, menerima dan merawat diri sendiri. ketika kamu mencintai kulitmu apa adanya, maka dunia pun juga akan mencintai keaslian.