Patch test skincare ialah langkah penting yang sering dilewatkan oleh banyak orang. Sebelum kamu memakai produk skincare baru ke wajah entah itu serum, toner, atau pelembab aktif baiknya lakukan uji patch untuk cek kecocokan skincare terlebih dahulu.
Kamu perlu melakukan patch test atau uji kecocokan produk skincare barumu untuk mengetahui reaksi kulit ketika mencoba produk baru. Langkah melakukan patch test amatlah mudah.
Cukup oleskan skincare baru yang ingin kamu coba di lengan dalam, belakang telinga, atau leher samping. Mengapa 3 area tersebut cocok untuk melakukan patch test?. Pertama area tersebut jarang terkena air, kedua apabila terjadi iritasi tidak akan mengganggu penampilanmu.
Selanjutnya, kamu bisa melakukan patch test dimulai dari bagian lengan dalam terlebih dahulu. Apabila tidak ada reaksi negatif setelah percobaan kedua atau ketiga bisa pindah ke belakang telinga dan leher samping yang ketebalannya mirip dengan kulit wajah.
Supaya lebih efektif, ada 3 cara melakukan patch test. Berikut 3 cara patch test untuk cek kecocokan skincare baru yang efektif. Simak penjelasannya di bawah ya.
1. Satu produk satu spot
Gunakanlah satu produk skincare yang akan dicoba di satu spot kulitmu. Dengan mengoleskan satu produk pada satu spot, memudahkan kamu mengetahui produk mana yang tidak cocok. Apabila mengoleskan beberapa produk di satu spot yang sama, ketika terjadi iritasi akan kesulitan mengidentifikasi produk mana yang tidak cocok.
2. Pakai seperti biasa
Pertama takaran, misalnya saja toner, pakailah toner sesuai dengan jumlah kamu pakai biasanya. Kalau kamu biasa pakai toner dua kali sehari, maka pakailah dua kali sehari toner barumu di spot-spot tadi.
Kedua durasi, untuk durasi pemakaian juga sama ketika produk sebenarnya digunakan. Misalnya penggunaan clay mask yang biasanya 10 hingga 15 menit, saat patch test juga durasinya harus sama. Proses tersebut diulang hingga dua sampai tiga kali di hari yang berbeda. Jika timbul reaksi negatif atau iritasi pada hari pertama harus langsung menghentikan penggunaan.
Ketiga frekuensi, misal produk seperti toner, bisa dilakukan patch test setiap hari. Namun, untuk produk dengan persentase yang cukup tinggi seperti retinol perlu disesuaikan dengan kenyamanan kulitmu. Apabila biasanya dua kali seminggu, maka ketika patch test juga dilakukan dua kali seminggu.
Keempat ada kebiasaan, saat melakukan patch test, ikuti juga dengan perubahan pola hidup misalnya mencoba makanan baru yang lebih sehat.
3. 3 hal yang perlu dihindari
Pertama hindari air, spot-spot yang sedang digunakan patch test sangat dianjurkan untuk terbebas dari air. Jika terkena air ditakutkan produk skincare baru yang sedang dicoba akan hilang terbawa air.
Kedua olahraga, ketika melakukan patch test hindari berolahraga, keringat ketika olahraga juga bisa memicu hilangnya produk yang dipakai dan memengaruhi hasil patch test.
Ketiga cek skin barrier mu, saat skin barrier sedang rusak atau kulit iritasi, hindari mencoba produk baru untuk menghindari masalah kulit lainnya yang semakin parah.
Keempat kulit jangan sampai kotor. Pastikan spot yang kamu digunakan untuk patch test bersih dan tidak sedang iritasi atau berjerawat.
Jadi begitulah 3 cara patch test efektif untuk cek kecocokan skincare baru dan mendapatkan hasil yang maksimal. Selamat mencoba cara patch test efektif di atas ya! Apabila mengalami masalah kulit serius, jangan ragu untuk menghubungi dokter.